Tampilkan postingan dengan label meracau. Tampilkan semua postingan

Pagi Pasti Terkejar

banyak hal yang bisa dilakukan ketika stres melanda karena hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Salah satunya mendengar lagu-lagu kece badai, seperti lagu-lagu dari efek rumah kaca yang satu ini.  Gak tau kenapa, selalu melting kalau mendengar lagu-lagu efek rumah kaca.jiwa yang galau mendadak menari mengikuti irama detak-detik musiknya.

kemon sudah, kita bernyanyi!

Seperti Rahim Ibu-Efek Rumah Kaca

Dengarlah, nanyi suciku, bait risauku,
Rindu terpendamku, menyala dalam hayatku
Duka padamu, luka padaku, saling lebur

Menghalau awan mendung
Kemanusiaan itu seperti terang pagi
Merekahkan harapan , menepis kabut kelam

Niatkan, tinju terkepal
Pekik menebal
Terjang aral
Pagi pasti terkejar

Seandainya negeriku
serupa rahim ibu
merawat kehidupan
menguatkan yang rapuh

menjadi terang pagi
Menjelma rahim ibu

"I see human, but no humanity!" mungkin kira-kira ini inspirasinya ya,


bingung..

realita?
sosialita?
idealisme?

sehingga aku menulis..

"untuk apa kau menulis zira? dendam sejarah..karena aku ingin cucuku kelak bisa lebih mengetahui kakeknya daripada einstein"
[percakapan dalam buku Curhat Setan-Fahd Djibran]

"aku ingin menulis apa-apa yang telah kulalui, agar anakku tidak mengalami hal yang sama, yang tidak mengetahui ayahnya hingga ajal menjemputnya"
[ini dalam buku river's note-Fauzan Mukrim]

"Kadang orang bercerita dan menulis bukan untuk meminta, mengemis, dikasihani, ataupun mencari simpati. Hanya ingin didengarkan, setidaknya kalian tahu alasan atas semua yang aku lakukan" 
[dalam note FB mas Riki, teman yang ketemu waktu nyicip Semeru]

"aku hanya ingin menulis, karena dengan menulis aku bisa mengungkapan semua yang ingin kuungkapkan, tanpa ada yang menyela, yang menjudge, atau mata yang enggan untuk mendengar. karena terkadang kita hanya butuh didengar"
[ipehthepooh dalam buku yang belum terbit. haghag...]


Legenda Semeru

gak sengaja baca di twitter tentang legenda semeru dari @infopendaki. jadi pengen mindahin tuh legenda ke blog..hehe...
trus nyari sumber-sumber lain, kesimpulannya sama, yaudeh..ini juga legenda yang sama pake bahasa saya..
=D

Jadi begini kisahnya menurut masyarakat Jawa yang ditulis di kitab Kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15. Ternyata gunung Semeru itu dulu namanya gunung Meru yang dipindahin dari India ke pulau Jawa. kenapa harus pulau Jawa? karena itu daerah yang pertama kali mereka temui, dan nama pulau Jawa itu diberikan oleh Sang Hyang Siwa, karena melihat banyak pohon Jawawut. 

Gunung meru di gotong oleh dewa Wisnu dan dewa Brahma. dewa Wisnu menjelma menjadi kura-kura dan menggendong gunung Meru dipunggungnya, sedangkan dewa Brahma menjelma menjadi ular yang berfungsi sebagai tali yang mengikat si gunung dan kura-kura, biar gunungnya gak kececer gitu.

Sebelumnya gunung Meru itu diletakkan di bagian barat, tapi keberatan sehingga bagian Timurnya jadi keangkat. jadinya kan miring gitu, nah..untuk mengantisipasi itu si gunung dipindahin ke bagian Timur. ternyata masih miring, akhirnya diambil kebijakan, untuk membagi si gunung, sebagian di tempatkan di bagian Barat, yang utama tetap dibagian Timur. 

Gunung yang ada di bagian barat itu dulunya di kenal gunung Pawitra, sekarang lebih di kenal gunung Penanggungan. letaknya di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Tingginya 1.653mdpl. sedangkan yang di bagian Timur tetap gunung Meru. sekarang lebih dikenal Semeru yang posisinya ada di antara kabupaten Malang ma Lumajang, tingginya 3.676 mdpl.

Tau kan kalau puncak gunung Semeru lebih eksis dengan puncak para dewa?? iya, ternyata menurut legendanya emang begitu. Puncak semeru atau lebih kerennya Mahameru dipercaya tempat bersemayamnya dewa Shiwa. Mahameru dianggap sebagai rumah para dewa yang menghubungkan bumi dengan kayangan. menurut kepercayaan masyarakat, disana masih bersemayam para dewa dan teman-temannya sehingga masih digunakan untuk bersemedi dan upacara-upacara berdasarkan kepercayaan meskipun upacaranya hanya 8-12 tahun sekali. kenapa? karena pada rentang waktu itu terdengar suara-suara gaib dari dewa yang ada di singgahsana Mahameru. Orang Bali menganggap gunung Semeru sebagai Bapak Gunung Agung.

hm..jadi begitulah ceritanya kawan-kawan.. 
nanti klo sempat main kesana, jangan heran klo ada yang sedang upacara gitu di Ranu Kumbolo, karena memang sejarahnya seperti itu dan itu  merupakan kepercayaan masyarakat setempat dari zamannya nenek moyang.

dan beruntung, udah pernah ke Semeru, meskipun belum sempat menginjakkan kaki di puncak Mahameru..
he..

*sigh*
merindukan Ranu Kumbolo
nif foto kegiatan masyarakat di Ranu Kumbolo, foto yang lain nyusul dah..
^^v
sedang upacara di Ranu Kumbolo
   











                                                                                                    
inspirasinya dari sini
bisa dilihat dari banyak sumber dari om gugel, salah satunya ini

april vs mei

masa kecil dulu, gw gak tau yang bener yang mana..
dan gw juga gak tau apa spesialnya tuh bulan..
karena emang gak ada yang di spesialkan dirumah..

ketika memilih april, yang tercatat mei..
ketika memilih mei, yang sebenernya april..

hm, ini kasus dari jaman putih biru jadi kebingungan..
*gak perlu bingung kata mereka

ini kasus udah gw kubur dari 2007..
dengan cerdas seorang yang berlagak sok pahlawan menggalinya kepermukaan..

oke, fine..
kembali bingung..
hahayy..
*bingung kenapa??

sudah, lupakan dan abaikan saja postingan yang gak  penting ini [lagi]

*curhat ya????
wakakakakkkk...
sepertinya begitu..
^^v

sampah

hanya dengan menulis, bisa mengatakan apa yang ingin saya katakan sesukanya. apa yang dirasakan karena tidak bisa berkata-kata. tanpa perlu mendengar komentar. kadang memang hanya membutuhkan meluapkan perasaan yang emang udah kebanjiran karena banyak sampah.

tapi sekarang kenapa menulis jadi suka mikir. tulis, delete, tulis, delete, tulis dan delete.

*abaikan dan lupakan postingan sampah ini

3 waktu

apa yang telah dilakukan?
apa yang sedang dilakukan?
dan apa yang akan dilakukan?

bagaimana kemarin?
bagaimana sekarang?
dan bagaimana besok?


mendaki gunung..^^

masih punya 2 mimpi...
untuk mendaki lagi, lagi, lagi dan lagi..
sampai batas waktunya..
selagi masih ada kesempatan, kenapa gak..
haghag...

1. pengen mendaki bareng abang yang udah menjerumuskan saya pada dunia adventure dan adek yang ikut-ikutan terjerumus dan mulai ketagihan dengan untuk berpetualang melihat dunia.. =D
ngg..ke surya kencana boleh lah ya...
^^v

2. masih ingin ke rinjani bersama mereka..
haghag..
kapan ya??
*.*

Gn. Rinjani