Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan

Dear Blog!

Dear blog! ternyata menulis di tubuhmu ini memiliki kenangan tersendiri dan berhasil memannggil saya kembali untuk membuka tubuhmu yang hampir tertutup debu-debu lupa. haha!

okeh! mulai hari ini, saya akan lebih rajin untuk memulai lagi mencorat coret tubuh putihmu dengan kisah-kisah yang sudah menumpuk di memori otak yang harus segera diarsipkan.

doakan saya, agar bisa mengalahkan si malas ini dengan baik, dan saya menang! iyalah! saya harus menang, agar kita memiliki waktu yang lebih banyak, seperti dulu, sebelum instagram menyita perhatian saya hampir setengah waktu terjaga yang saya punya.

ayo kita mulai!

Pemenang,
24 Februari 2018

Penulis Wanna Be!

Suatu hari di tahun 2020, di salah satu tempat kopi ternama di Jakarta,

Bagaimana anda bisa menulis buku yang begitu keren ini?
Ya, memulai untuk menulis. Buku itu tidak akan selesai jika saya tidak pernah memulainya. Ketika sudah memulai menulis, maka langkah selanjutnya, selesaikan. Saya ingat nasihat kakek, ya meskipun saya gak pernah ketemu  kakek, cuma ibu selalu bilang bahwa kakek selalu mengatakan jika kamu melangkah dengan kaki kanan, maka ikuti dengan kaki kiri. pelan tapi pasti, kamu akan sampai pada tujuan kamu melangkah. Jadi, menurut saya memang gak ada cara lain selain dua kata itu. Mulai dan selesaikan.

Sejak kapan anda menulis?
Saya menulis sejak kelas satu SD. Dulu, zaman saya SD untuk dapat naik kelas dua harus bisa membaca dan menulis. Jadi, sejak dari kelas satu SD itu saya sudah menulis. Alhamdulillah sampai sekarang. Saya yakin, bahwa teman-teman yang membaca tulisan saya, juga masih menulis sampai sekarang. paling tidak menulis laporan tugas kuliah atau kerjaan. Yang jelas, kita semua penulis. Toh, ternyata penulis itu adalah orang yang menulis. Jadi selama kita masih menulis sebait kalimat, maka kita adalah penulis.

Sejak SD saya sangat suka membaca dan menulis di depan kelas. Keren aja kalau  kita bisa lebih unggul dari teman-teman lain. Terus, hobi menulis berlanjut. Sebenernya saya itu korban sinetron juga. Dulu, sinetron yang saya tonton ada seorang anak perempuan yang sering menulis di buku diary tentang apa saja. dan menurut saya itu keren. Akhirnya saya mengikuti jejak si anak itu. Menulis diary a la anak remaja yang labil. Hobi menulis diary itu saya lakukan sampai SMA, menginjak kuliah mulai nulis di blog, tipe isinya masih sama, tentang apa saja yang saya alami. Agak-agak lebay sih kalau dibaca sekarang. Ternyata zaman dulu saya juga pernah labil parah seperti itu. hehe!

Wah, benar juga ya. selama kita menulis, maka kita adalah penulis. Alasan apa yang membuat anda bertahan menulis sampai sekarang? Bahkan saat ini anda sudah menghasilkan buku. 
Untuk menjadi bagian sejarah yang tidak terlupakan. Menurut saya, dengan tulisan maka sejarah akan abadi. Kamu tau Einstein? Newton? atau Soekarno? Yak! kita bisa tau kehidupan kecil mereka sampai dewasa, kita bisa tau apa saja yang mereka lakukan selama mereka hidup, karena apa? Tulisan. Jadi, meskipun mereka sudah tidak ada, tapi mereka akan tetap abadi. Bahkan bisa jadi sampai puluhan tahun nanti. Ehm, apakah kamu mengenal kehidupan kakekmu dengan benar? Jarang! bisa jadi kita tau sejarah kakek kita, tapi tidak kekal. Paling mentok sampai generasi cucunya sejarah kakek kita terkenal. Dan nanti, di generasi anak-anak kita, cerita hebat kakek kita akan hilang karena lupa. Manusia itu makhluk pelupa. Jadi, jika tidak menulis, maka kejadian yang sudah terjadi akan hilang. Hanya akan menjadi sejarah yang dilupakan. Dan saya ingin menjadi bagian sejarah yang abadi itu. Alhasil, saya bertahan menulis. Dan alhamdulillah menghasilkan buku ini di tahun 2018. Ehehe!

Buku ini cukup unik. Sains tapi bahasanya sangat mudah dimengerti. Darimana ide anda untuk menulis buku  ini, buku tentang Biologi Tanaman?
Dari anak-anak. Tahun 2009, saya mulai berkecimpung dalam dunia belajar mengajar tingkat SD sampai SMP. Dari sana sebenernya saya yang banyak belajar. ternyata anak-anak di semua zaman masih sama, masih penuh rasa ingin tahu. Jadi, ketika belajar biologi banyak pertanyaan-pertanyaan sederhana mereka yang di luar dugaan yang kadang membuat saya harus memutar otak, menyusun kalimat untuk menyederhanakan penjelasan dari pertanyaan itu. 

Contoh pertanyaan sederhananya seperti bagaimana lumut bisa berkembang biak? atau mengapa daun warna merah? apakah daun merah juga bisa fotosintesis?. Nah, sejak itu saya mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan unik yang saya temui, lalu menuliskan penjelasannya dengan bahasa sederhana yang bisa di mengerti anak-anak. Saya ingin membantu mamah-mamah muda untuk membantu mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan gokil dari anak-anak. Awalnya saya hanya menuliskannya di blog, setelah mikir lagi dan berteman dengan teman-teman yang luar biasa, akhirnya dengan perjalanan panjang melawan rasa malas dan minder, maka saya bisa menyelesaikan buku ini. hehe

Ada rasa malas dan minder juga ya ternyata. Bagaimana anda bisa menghadapinya? 
Hm, malas itu gak ada obatnya sih. Jadi, pasti selalu ada, ada dan ada lagi. Banyak alasan yang bisa kita buat demi si malas itu. Tapi, balik lagi sih, mau malas terus apa mau gimana? Jadi yang bisa ngelawan malas ya diri sendiri.  Gak bisa dibantu orang lain.

Kalau menghadapi rasa minder, bertemanlah pada teman-teman yang membantu membangun mimpi. Mereka akan mengkritik tapi tidak menjatuhkan dan yang pasti mereka akan mendorong dan memberi semangat kepada kita untuk terus belajar dan berusaha mewujudkan mimpi-mimpi kita. lambat laun, minder akan pergi dengan sendirinya asalkan gak pernah berhenti menulis dan mencoba. Namanya juga belajar. Salah dan kritik mah wajar. Yang gak wajar itu minder sebelum mencoba.

Selama menulis, pasti anda mengalami kebuntuan ide. Apa yang anda lakukan saat itu?
Mengalami kebuntuan ide? Sering banget. Haha! kadang itu tuh yang buat kita malas lanjut nulis. Tapi, kalau saya mengalami stuck dalam menulis, ya berhenti. mau dipaksa juga gak bisa. Tutup laptop, terus tidur. hehe! Habis itu baca ulang lagi. Masih buntu? tutup lagi, main game dulu, nonton film, atau baca buku. kalau gak mempan juga berarti saya butuh jalan-jalan. haha! jadi, ya jalan-jalan ketemu orang baru, atau sekedar nongkrong di warung kopi  juga bisa. Bagi saya, kebuntuan ide itu berarti saya membutuhkan waktu untuk kembali berdiskusi dengan hati. Mengingat lagi ini saya sedang ngapain sih. Biasanya, kalau udah nemu jawabannya, bakal lancar lagi nulisnya. 

Apa makna menulis dan menjadi penulis bagi anda?
Hm, apa ya? Menulis ya menulis. menulis apa saja yang ingin ditulis. Bisa fiksi atau non fiksi. Terserah. Yang penting menulis. Bagi saya, satu buku bermula dari satu bab, satu bab bermula dari satu paragraf, satu paragraf bermula dari satu kalimat, dan satu kalimat bermula dari satu kata. Sederhanakan? hanya mulai dari satu kata!

Bagi saya menulis itu adalah dunia tanpa batas, tapi sayangnya sering dibatasi. Begitulah, dengan adanya batasan itulah banyak yang gagal menjadi penulis. Bisa jadi dulu saya termasuk dalam barisan itu, ingin menjadi penulis, tapi membatasi dunia tulis menulis itu. Maksudnya, saya sendiri yang membangun tembok sehingga menjadi penulis seperti hanya sebuah mimpi. 

Begini, ketika mendengar penulis maka bayangan sebagian dari kita adalah seseorang yang sudah banyak memiliki karya, baik buku, puisi, novel, atau setidaknya mereka yang telah memiliki jejak tulisan di media ternama di penjuru negeri. Jadi, kita membatasi diri bahwa kita yang menulis di blog atau buku diary gak layak mendapat titel penulis. Padahal kan kita masih menulis. Maka seharusnya kita adalah penulis. hanya saja tulisan kita tidak dibaca oleh orang banyak. Saya bersyukur bertemu teman-teman hebat, sehingga saya bisa meruntuhkan tembok pembatas itu. Sejak dari itu, cara pandang saya tentang menulis dan penulis menjadi sesederhana itu. Ambil pena dan kertasmu, lalu tulis apa saja yang ingin kita tulis dan kita temui. Maka kita akan menjadi penulis. 

Menurut saya, itu adalah langkah awal menjadi penulis yang bermanfaat untuk semesta. Tidak hanya menjejak sejarah diri sendiri, tapi bisa menjadi bagian sejarah dunia. Intinya, mulailah menulis, biasakan, kemudian belajar disiplin dalam menulis, selanjutnya temukan jati diri dan kembalikan pada niat awal. Iya, niat pertama menulis itu apa? Saya sendiri menulis itu ya menjelajahi dunia imajinasi dan dunia nyata sekaligus dan untuk memberikan manfaat untuk semesta. Masalah dapat uang atau tidak? itu hanya bonus. Hehe! Saya masih percaya bahwa ketika kita memberikan yang terbaik maka kita akan mendapatkan yang terbaik. So? berikan saja dulu yang terbaik. Apa yang kita peroleh nanti, sudah ada yang mengatur. Jadi tidak perlu khawatir. Kejar pencapain niatnya, bukan bonusnya.
Apa rencana anda selanjutnya? 
Tetap menulis, tetap berkarya dan tetap menjadi baik.

***
Kemudian saya terbangun. ternyata masih mimpi.

Penulis Wanna Be? Siapa takut. Bisa jadi semesta sedang mengumpulkan kekuatan untuk mewujudkan percakapan ini menjadi nyata. Huhehe..!!
Dimana saja kita bisa menjadi penulis!
Selamat malam, selamat menyongsong tahun baru!
Salam revolusi!

Pekanbaru,
30 Desember 2016

Serdadu Kumbang

terbang tinggi ke awan, mungkin ada yang bisa kutemukan,
menyebrangi ilalang walapun jauh yang harus ku tempuh, 
 
Nak, kau tau? kau adalah makhluk tanpa sayap yang selalu bisa terbang kapan saja kau mau. Kau tidak perlu takut untuk terbang. Diatas sana, kau akan menemukan sesuatu yang luar biasa. Kau akan melihat dunia yang luas, kau akan mengenal siapa dirimu, dan kau akan tau siapa Tuhanmu. Tidak masalah ketika kau harus berjalan melewati ilalang yang menjulang, tak masalah berapa jarak yang kau tempuh, karena hidupmu memang untuk berjalan. Kau adalah seorang musafir. 

Serius dalam mencipta #KI4PKU [pict by ipeh]
jalan masihlah panjang, banyak keinginan yang dilupakan, 
masih harus berjuang, percayalah masih ada banyak harapan,

Nak, dalam perjalanan panjangmu, kau akan menemukan titik dimana kau harus bertaruh pada mimpimu. kadangkala kau harus melepaskan keinginanmu untuk oranglain. kau tidak pernah hidup sendiri, banyak orang-orang yang mengelilingimu. melepas mimpimu bukan berarti kau harus menyerah. kau hanya perlu terus berjuang, dan percaya bahwa mimpimu tidak benar-benar pergi meninggalkanmu meski kau melepaskannya. 

merasakan menjadi wisudawan dan rektor! #KI4PKU [pict by ipeh]
maju serdadu kumbang, jangan menyerah rintangan menghalang, 
tenang jalani semua, percayalah harapan itu masih ada

Nak, selama kau berjalan, tidak mungkin kau tidak menemukan rintangan. tidak mungkin jalan yang kau lalui lurus tanpa cabang. Kau pasti menemukan turunan, sesekali kau perlu mendaki bahkan tersungkur. Tapi nak, yang harus kau lakukan adalah menjalani itu semua. kau harus terus berjalan. Percayalah, di ujung jalanmu kau akan menemukan secercah cahaya, selalu ada harapan setiap kali kau jatuh. Bangkit dan berjalanlah. 

Cita-citaku menjadi pemadam kebakaran, #KI4PKU [pict by ipeh]
terbang lah terbang, raihlah mimpi, jangan berhenti terbang yang tinggi
terbanglah terbang, raihlah mimpi, terbanglah serdadu kumbang
[Serdadu Kumbang-Ipank]
Nak, kepakkan sayapmu. terbanglah! terbang yang tinggi. Pergilah mencari ujung dunia. Mimpimu adalah hakmu. jangan biarkan oranglain mendikte mimpimu bahkan mencabik-cabik mimpimu. jadilah apa yang kau mau untuk memberi manfaat pada orangtuamu, orang-orang disekitarmu, dan pada alam.
 
 Pekanbaru,
3 Desember 2016.

Kopi dan Mie Rebus

"Setiap saat, setiap waktu
Kamu selalu menemani aku,
Meskipun hitam, tapi banyak yang suka
Bersama teman-teman, ku menikmatimu
hu lalala..kopimu kopiku, hulalala join join kopi
hu lalala arti sahabat, hu lalala tak ternilai harganya!",
[Blackout-Join Kopi]

Sekian lama gak ngedenger deretan lagu di playlist favorit, akhirnya beberapa hari terakhir ini gue kembali memutar lagu-lagu itu. Damn! ternyata masing lagu-lagu itu punya cerita tersendiri dan berhasil ngebuat gue ngeluarin lagi kata "rindu Bogor!". Seperti penggalan lagu diatas, yang kembali memutar ulang cerita tentang kopi dan mie rebus hampir di setiap malam.

Kopi, gue mengenal kopi sejak kecil, belajar menyeduh dan menghirup aroma kopi yang wangi bukan hal yang baru. Tapi menjadi hal baru ketika gue mulai nyoba minum kopi, kopi item, pahit pula.

Dulu, ketika menjadi mahasiswa baru, bagi gue kopi hanyalah sebuah kata yang disukai oleh mahasiswa-mahasiswa yang suka nongkrong gak jelas di warkop sambil negbul (baca: ngerokok). Di kampus gue, ada beberapa warkop yang penuh dengan mahasiswa-mahasiswa gondrong yang suka ngebul pulang malam, kadang sampai tumpah ruah di jalanan. Dulu, gue rada bingung sih mereka ini betah amat di warkop yang kecil itu. Makan juga jarang, kadang kopi segelas buat ramean, ngebul sepanjang nongkrong, pulang larut malam, dan bakal kesiangan kalau kuliah pagi. Apa coba manfaatnya. itu pemikiran gue yang dulu, yang masih menjadi mahasiswa baru, yang kerjaannya cuma kuliah-organisasi kampus-kuliah. Tapi, gue gak pernah nyangka, ternyata gue menoreh cerita panjang bersama kopi dan mie rebus.

Tahun 2009 saat gue tingkat 3 di dunia perkuliahan, gue mulai mencari hal baru dan mencoba keluar dari kampus yang mulai ngebosenin, ceritanya mulai basi karena cuma beredar di kuliah dan rapat. akhirnya gue menemukan teman-teman baru yang hobi ngebandrek atau minum jasu (jahe susu) di ujunng jalan menghabisi malam. waktu itu, teman-teman yang gue temui itu masih kinclong dari ngebul, artinya kita cuma suka ngebandrek ketawa haha hihi merencanakan petualangan-petualangan gokil ke tempat-tempat baru. seiring waktu berjalan, ternyata kumpulan ini membawa gue ke segerombolan anak gondrong yang suka ngebul dan kopi. Nah, dari situlah candu kopi susu mulai gue alami. sebenernya sih gak candu-candu amat, cuma pas lagi nongkrong aja mesennya kopi susu, bisa yang murni atau yang sachetan tergantung suasana hati, yang jelas bukan kopi item. hehe! satru lagi, mie rebus! menurut gue, kopi susu dan mie rebus adalah padanan yang nikmat.

Sejak itu, pendapat gue yang dulu tentang segerombolan manusia hobi nongkrong gak jelas itu berubah hampir 180 derajat. ternyata nongkrong di warung kopi gak cuma sekedar nongkrong. tapi nongkrong yang berisi. gak cuma ngobrol ngalor ngidul tentang kuliah dan masalah cinta, tapi lebih dari itu.

Jujur aja, pikiran gue mulai terbuka sejak gue hobi ikut nongkrong di warung kopi dengan segerombolan teman gondrong ini. gue baru ngeh dan sadar bahwa mahasiswa itu ada untuk rakyat, bukan cuma masalah IPK dan tugas. ada kalimat yang dulu gue denger, katanya "rakyat tunduk pada pemerintah tetapi pemerintah dapat tunduk pada mahasiswa. maka dari itu seharusnya mahasiswa dekat dengan rakyat! bukan sengaja dijauhkan dari rakyat lalu disibukkan dengan tugas-tugas yang cuma "menuh-menuhin" perpustakaan dan buang-buang kertas". Faktanya, yang gue temuin dan alami adalah posisi di kalimat terakhir. Yoi, mahasiswa sekarang disibukkan dengan tugas yang beuruntun, memperbaiki IPK dan ikut simposium ini dan itu disana dan disini. Trus apa mahasiswa itu salah jika memilih jalan itu? wajar toh? biaya kuliah mahal, jadi memang harus ikut jalurnya kan? iya, emang gak salah, itu harus! sebenernya gak ada alasan sih buat menomorduakan tugas, IPK jelek atau gak bisa ikut simposium ini dan itu karena dekat dengan rakyat. tapi ya itu tadi, gue merasa jadi mahasiswa kok manja banget, mencari alasan ini dan itu untuk jauh dari rakyat. haha!

Nah, dari ngongkrong di warkop ini gue jadi nemuin hal yang luar biasa. kesempatan untuk dekat dengan rakyat! dekat dengan rakyat sebenernya bukan berarti kita harus tinggal dan selalu ada di sisi rakyat. maksudnya adalah kita tau apa dan bagaimana perkembangan rakyat, politik, ekonomi dan apa saja tentang NKRI. dan gue jadi tau itu semua dari warkop! ketika minum kopi dan makan mie rebus. yoi! warkop, selain tempat minum kopi dan makan mie rebus juga tempat paling tepat untuk diskusi, gak cuma masalah cinta, kadang masalah pertanian (secara gue kuliah di pertanian, jadi gak bakal jauh-jauh dari petani, dan pertanian), masalah politik, ekonomi bahkan sampai sejarah NKRI. dan lo tau ? gue baru tau kalau ternyata bapak Republik kita ini bukan Soekarno tapi Tan Malaka di warkop ketika menikmati kopi susu dan mie rebus! Gue baru tau kalau hampir semua hutan Pulau Aru mau ditebang cuma untuk bikin pabrik gula, dan saat itu teman-teman ngewarkop gue sedang berusaha untuk membantu penduduk Aru membela tanahnya, sedangkan gue baru ngeh saat itu, ketika minum kopi dan mie rebus!. ah, masih banyak hal yang gue temuin di warkop ketika menikmati kopi dan mie rebus. Nasionaslis dan cinta pada petani dan kaum marginal ini muncul ketika gue di warkop!


Mulai saat itu, ngewarkop menjadi agenda untuk menghilangkan kegalauan gundah gulana dan mencari inspirasi. bertemu dengan teman-teman yang sama-sama ngopi sambil nonton bola atau kontes dangdut yang diputar di warkop, atau hanya sekedar menghitung jumlah mobil yang lewat di jalanan. Kopi dan mie rebus, menjadi saksi hampir setiap malam atas kegalauan-kegalauan yang ada, tentang cinta, menikah, tugas akhir, dan NKRI!

Ternyata, nongkrong di warkop gak seburuk apa yang gue bayangin dulu. dan kopi gak sepahit yang gue rasain pertama kali, toh ternyata kopi dikasih susu juga bisa dinikmati bersama semangkuk mie rebus. huehehe!

Oia, penggalan lirik diatas itu udah saya buktikan.
bahwa arti sahabat itu emang gak ternilai harganya! saya melihat dan menemukan itu juga di warkop.
dan minum kopi yang paling nikmat itu adalah ketika kita join. kopimu kopiku, dan kopiku kopimu.
hehe!

Huwaaaa!
gue  jadi pengen segelas kopi dan semangkuk mie rebus di pinggir jalan,  menikmatinya sambil berdiskusi tentang apa saja. bukan tentang ego siapa aku, tapi tentang NKRI dan cinta!

Pekanbaru,
2 Desember 2016




a Long Journey

Bongkar catatan, salah satu cara untuk membunuh waktu yang kadang terasa sangat membosankan. iya! baca ulang catatan-catatan yang sudah tertulis itu menjadi kebahagiaan sendiri. seperti catatan-catatan yang ada di blog ini atau yang ada dalam buku ini. iya dong! hari gini saya masih punya "buku diary" kok. huehehe...
buku ini menyimpan secuil catatan mimpi dari tahun 2007 sampai sekarang, 2016.
Sama sih, kayak buku diary pada umumnya. isinya gak jauh-jauh dari kegalauan menghadapi masalah hidup yang kadang bosan, kadang aneh, kadang sedih, kadang pengen jitak orang, kadang jatuh cinta, kadang patah hati, dan mimpi-mimpi yang terlintas saat itu di depan mata. huakakakk...

tapi, setiap selesai baca catatan-catatan itu ada secuil semangat baru. bahwa toh ternyata semua akan terlewati dan saya bisa melewatinya dengan damai meskipun kadang perlu jungkir balik perasaan. dan siapa sangka, tulisan mimpi-mimpi yang kadang kelihatan ngawur itu bisa terwujud meskipun bukan di tahun yang sama.
ini catatan awal dari buku itu. sebelum menginjakkan kaki di IPB.
*ciee.. yang punya target hidup*
 itu tertulis bulan Juni tahun 2007. dan realisasinya adalah mulai ngasprak 1.5 tahun di awal tahun 2010 sampai tengah tahun 2011 dengan mata kuliah ekotan (ekologi pertanian) 1 semester, (ITP) Ilmu tanaman pangan 2 semester, PUP (Praktik Usaha Pertanian) 1 semester. alhamdulillah selesai pas 48 bulan, bulan september 2011. masalah kerja? yang ada mah langsung galau mau kerja dimana dan ngapain. wkwkwkkk... mungkin karena kurang detail kali ya nulisnya. keliling dunia? belum dunia sih, tapi alhamdulillah udah nyicip 4 negara Asean. hehe..
target-target pengulangan selama kuliah.
tulis terus setiap semester
mimpi-mimpi di semester 6.
yihaaa! bahagia itu bisa camping untuk yang pertama kali. wkwkwkwkk..
 Mimpi sederhana di semeeter 6 itu cuma bermain di luar kampus. dan voilaa! akhirnya bisa ngebimbel meski baru satu bocah SMP. dan sekarang si bocah mungil itu udah kuliah masuk semester 3. iii...wooww..! dan di semester itulah yang pada akhirnya menuntun saya sehingga saya bisa begini sampai hari ini. yuhuuu!! bertemu dengan orang-orang luar biasa, duduk ngopi dan berdiskusi di bawah langit malam penuh bintang tiap minggu. Camping di Ciampea. melihat lingkungan sekitar dari sisi yang berbeda. He-em, ketika saya mulai mengenal dunia organisasi di luar kampus, HMI. nah, mimpi main ke Bali, emang sih belum terwujud di tahun yang sama. tapi lagi-lagi keajaiban tulisan itu sungguh luar biasa. iyes! akhirnya saya bisa ke Bali akhir tahun 2013. terpaut 3 tahun setelah mimpi ke Bali tertulis. so amazing!  hehe..
kalimat ajaib yang dibaca berulang-ulang untuk menyemangati diri sendiri.
"Tuhan tidak mungkin menaruh keinginan besar di hati tanpa kewenangan untuk mencapainya. hanya saja apakah ada keikhlasan merajinkan diri saat merasa malas, mendekatkan diri kepada kebaikan dan melakukan hal yang justru ditakuti agar menjadi bermanfaat bagi sesama". kalau dipikir-pikir, iya gak sih. hidup itu sebenarnya sesimpel itu. belajar untuk rajin, dekatkan diri pada kebaikan dan lakukan hal sederhana yang bermanfaat bagi alam semesta.
itu kegalauan di tahun 2010, yang mupeng banget buat main ke gunung gede.
gitu deh, buku ini lebih banyak curhat galaunya. huekekekekk.. jadi waktu itu secara gak sengaja denger teman yang baik hati mau main ke gede. otomatis dong mau ikut. iyalah, pengen banget dari jaman putih abu. di semester 3 ada ajakan buat main ke Lawu, tapi lewat gitu aja. jadi, tidakkkk!! kesempatan ini harus bisa diambil. dan voilaaa! selamat menikmati camping di padang edelweis. dan ketagihan! huehehe...

peta yang tahun 2013
nah, lain lagi dengan yang ini. jadi ceritanya akhir tahun 2012 baru say goodbye daghdagh sama kebun bunga tempat mengais rejeki selama lebih kurang 7-8 bulan lah. isu buat pulang kampung udah berkibar sejak lulus tahun 2011. ya, mencoba memaklumi karena menjaga anak perempuan lebih sulit dibanding anak laki-laki. tapi, saya gak mau gitu aja pulang. wkwwkkk.. masih cari cara untuk bertahan di pulau jawa. dan syukurnya setelah capcus dari kebun bunga langsung dapat kerjaan lagi buat belajar dan main bareng bocah-bocah di awal tahun 2013. masuk bulan kelima, jadi mikir lagi, apa mau gini terus? kalau gini, bakal berhenti disini nih otak, cuma bakal berkisar aljabar, hukum newton atau sistem pencernaan manusia. jadi? kemon berjalan. ancang-ancang melanjutkan S2, dan berjanji pada diri sendiri, setelah 24 bulan dari hari itu, mungkin pulang kampung adalah pilihan terbaik. jadi yosh! kuliaaaahhhh di IPB lagi! full beasiswa. *nikmat Tuhan manalagi yang kamu dustakan*


Meskipun jalan-jalan, rencana itu tetap penting!
ini nih, nyelam sambil minum air tapi gak kelelep. huehehe..! ternyata banyak hal yang bisa dilakukan selama 24 bulan itu. Rinjani! huaaaaa.... gak pernah nyangka bisa injak rinjani.

galau di awal tahun 2014
 disaat teman-teman sudah mendapatkan dosen pembimbing dan topik tesis, saya mendapatkan kegalauan dengan dosen pembimbing dan topik. wkwkwkwkk...! dan dari deretan topik-topi itu gak satupun yang nyantol, malah belok kanan pergi ke cabe. dan bersyukur itu adalah ketika galau dengan topik tesis gak lama, cuma berselang 10 hari saya bertemu cabe dan langsung mulai penelitian! yeayyyy...!!

2015 di skip kebanyakan jalan-jalan gak sempat nulis, jadi langsung 2016.
dan yang terjadi adalah peta 2016 hilang!




yoi, sekarang udah 2016. udah bulan Juli malah. dan saya masih kehilangan peta! jadi begini nih, mojok di kamar. no passion. hopeless. cuma nonton. hei ho! au ah! gelap. petanya hilang! aaarrggghhhh....! *banting bantal, jungkirbalik cari peta!*

Pekanbaru,
4 Juli 2016

random #3

teman

kau ingat bagaimana pertama kali bertemu dengan temanmu? bagaimana orang asing yang sama sekali tidak kau kenal begitu cepat menjadi temanmu. bahkan, bahkan kau merasa telah begitu lama mengenalnya padahal baru saja satu jam ini kau menatap dan mengobrol dengannya.

tapi, terkadang ada orang asing yang sangat ingin menjadi temanmu, tapi kau tolak. entah apa namanya, yang jelas kau tidak menyukainya. padahal kau mengenalnya saja belum. bagaimana kau bisa menilai begitu saja, bahwa dia tidak layak menjadi temanmu, padahal kau belum memberikan kesempatan bagi dirimu sendiri untuk mengenalnya.

mungkin itu dia. Chemistry. kau akan menarik orang-orang yang mirip denganmu. yang punya pikiran, ide, hobi bahkan tujuan yang sama. dan dia mengalir begitu saja. tanpa perlu rekayasa. tanpa dibuat-buat.

bagaimana kau tau bahwa kelakuannya itu rekayasa atau menyebalkan? kau kan belum mengenalnya.
mungkin itu yang namanya indera ke-enam. ^^
kau bisa merasakan aura yang ada di sekitarmu. meskipun tidak sepenuhnya benar. dan tidak berarti semua yang seperti itu selalu begitu. tapi, rasa memang tidak pernah bohong. antara ketulusan dan rekayasa.

yang jelas, semua perlu di telaah dan diteliti, sebelum kau  mengambil sikap dan keputusan, bahwa si orang asing itu pantas atau tidak menjadi temanmu.

hei, siapa kamu? yang menentukan dia pantas atau tidak menjadi temanmu?
karena aku hanyalah manusia biasa yang butuh teman-teman yang mengajakku pada kebaikan, bukan teman yang mengajarkanku untuk menjadi penipu. karena pada dasarnya aku sendiri telah belajar menjadi penipu.

bukan berarti yang lain tidak bisa menjadi temanmu kan? yakk..!! hanya saja mungkin akan butuh waktu yang lama sampai aku menemukan benang merah bahwa benar, dia adalah temanku.

Cyber Merpati, Bogor
3 Juni 2015


random #1

selamat datang Juni 2015..!!
selamat datang bulan-ujian.

dimana tempat fotokopi akan menjadi lebih ramai dari biasanya, warteg dan tempat makan lainnya akan menjadi lebih sepi.

dimana bara akan menjadi lebih sunyi ketika matahari mulai tumbang di sudut kota.

dimana terlihat sudut-sudut kampus yang sedikit lebih ramai dengan kelompok-kelompok mahasiswa yang harus segera menyelesaikan laporan sebagai syarat untuk dapat mengikuti ujian.

dimana para mahasiswa tingkat akhir mulai mencapai titik jenuh dengan penelitian-penelitian yang tidak kunjung selesai, mulai dari teror dosen, teror data, apalagi teror teman yang satu per satu mulai menyelesaikan tugasnya, seminar, sidang dan wisuda.

yup, Selamat datang Juni.
bulan yang penuh dengan kesibukan "akhir tahun".
dan saya juga tidak ingin ketinggalan menikmati "ujian akihr" sebagai penghujung dari perjalanan sebagai mahasiswa untuk kedua kalinya.
yoshhhh....!!
semangat Juni...!!

^^v

Cyber Merpati, IPB
Bogor, 1 Juni 2015


Mimpi dan Kunci

Yuhuu...!! lebaran tahun 2014 lalu, saya hanya berceloteh ingin mengelilingi Indocina. Alasannya? *garuk-garuk kepala bingung mencari jawabannya*. Yang penting Indocina begitu saja bergentanyangan di dalam kepala. Lalu? Secara iseng, mulai melihat tiket-tiket ke negara-negara tersebut, mencari destinasi yang seru dan berhasil membuat mupeng. Trus? Langkah awal dari semuanya adalah paspor..!!
kebetulan atau tidak, di tahun ini adik laki-laki saya mengajukan diri untuk buat paspor. Pasalnya karena ada penugasan dalam waktu dekat untuk berkunjung ke negara gingseng. Lalu, si adik bungsu juga ingin membuat kunci itu. Katanya, gak peduli mau kapan menginjak kaki di luar Indonesia ini, yang penting kuncinya sudah di tangan. Tinggal menunggu waktu yang pas untuk membuka gerbangnya, lalu melihat dunia. So? Saya juga gak mau ketinggalan. Yup..kemon buat paspor..!!

sementara pembuatan paspor direncanakan,, lagi-lagi, kebetulan atau tidak, ada seorang teman lama yang memposting ada penjualan tiket murah ke negara-negara asia. Dan? Tunggu apalagi? Ini kesempatannya. Hap..!! tangkap..!! yap, seketika itu juga saya menghubungi teman lama itu. Voilaaa...!! gayung  bersambut. Dan terjadilah rangkaian rencana perjalanan besar ini, bagi saya.

Yuhuu...!! Maret 2015. Masih lama? Bisa jadi begitu, atau bisa jadi sebentar. Let’s see it. Dalam menunggu waktu untuk melakakun perjalanan itu, masih banyak hal yang harus dikerjakan dan di selesaikan. Jadi, waktu itu mungkin singkat, jika diisi dengan banyak hal yang menyenangkan dan deadline. Yup..yup..!! keinginan terbesar sebelum menginjakkan negara tetangga itu adalah LULUS...!

16 September 2015 
Edelweis-Bogor

****

waktunya packing..!! yoi..!! besok adalah waktu yang telah ditentukan sejak 7 bulan yang lalu.
persiapan? hanya nekat..!!

lulus? belum.. =.=a
mau dibatalin aja? tidaakkk...!! ini kesempatan langka. gak tau kapan lagi bisa punya waktu dan kesempatan untuk melanglang buana ke tempat yang beragam, dan hanya berdua dengan seorang kawan.

jadi? tetap melangkahkan kaki, dengan segala resiko yang akan terjadi.
mungkin setelah kembali dari perjalanan ini, akan terjadi kerja rodi. >,<
gak masalah lah ya, yang penting dapat menyapa secuil dunia yang beragam itu.

oke? jadi berangkat? yuhuu...!!
tunggu apa lagi? angkat keril, langkahkan kaki..!!

14 September 2015
Edelweis, Bogor.

dua kosong satu empat

Januari
UAS di semester pertama sesi kedua. Galau. Komisi pembimbing. Ide penelitian.

Februari
Congratulation my Young brother, welcome to the junggle. Yeay, libur panjang. Kesamber cabe. Bertemu dosen. Diskusi penelitian. Cabe[?].

Maret
Menghabiskan hari-hari di lahan bersama bayi-bayi cabe. Semester 2. Sendiri. Belajar membagi waktu. Kuliah, penelitan, sekolah, dan jalan. ^^v

April
Sidang komisi. Kolokium. UTS. Pengamatan. Fuyeng. Persiapan UN SMP terbuka.

Mei
Atap Sumatera, 3805mdpl ..!!! teman-teman baru. Senjapala. cabe-cabe terserang penyakit. Stress. Panen pertama. Rariweuh.

Juni
Hallo Mandalawangi. UAS. Panen bertubi-tubi. Data. Semakin puyeng liat data yang diperoleh. Galau akut. Kehidupan cabe berakhir. Marhaban ya Ramadhan. Lahan. Nanam cabe. [again?]

Juli
Libur panjang. Bersemangat dengan lahan baru. Bermain dengan cabe, kangkung, jagung dan buncis. Semangat 2014 menjadi petani. Yosshh..!! pulang..!! selamat merayakan hari kemenangan...!! Rumah. Nambah keponakan. Salman, Alghifary, Si bocah aktif hobi ngejar kucing, me meaowww...!!

Agustus
Bulan Kondangan. Dewi Kepalh8, Evi Song, Adim Bocah ajaib. Dirgahayu Indonesia. Panen si cabe antraknosa. Galau memilih mata kuliah. Teror Dosen. Data. Hasyemeleh. @_@

September
Semester 3.  Ilmu baru, penyakit tanaman dan analisis tanah. Seru. Panen cabe bertubi-tubi [sesi kedua]. Jualan si cabe. Mengerti menjadi petani itu sulit. Jaminan harga komoditas [?]. Tegal Alun, done..!!!

Oktober
Selamat berbagi, Idul Adha. Berbagi dengan bocah SMP. Bakar-bakar ayam. Kumpul keluarga besar. UTS. [masih] di teror dosen. Proposal, done..!!

November
Hanya wacana. Rencana-rencana gagal. Berdiam diri. Menghabiskan waktu nongkrong sana-sini. Tidak jelas. UTS mata kuliah ajaib.

Desember
Hari-hari menyenangkan di sekolah. Cari kesibukan baru. Bermain dengan ikan bawal. Praktikum-praktikum ajaib dengan jadwal sesuka hari. Mulai mencoba membuka dan menulis lagi yang namanya si tugas akhir. Gaya baru menghabiskan long wiken. Menemukan “me time”.

Ini adalah tahun yang mengajarkan dan banyak memberikan bukti bahwa untuk selalu melihat ke langit yang luas. Kita tidak pernah menanam apa-apa, kita tak pernah kehilangan apa-apa. Enjoy my time.
Ini adalah tahun yang mengajarkan dan kembali mengingatkan bahwa datang dan pergi itu satu paket. Ada yang datang, maka akan ada yang pergi. Yang perlu dilakukan adalah melepas ikatan-ikatan itu, satu persatu. Karena sejatinya kita juga akan melakukan hal yang sama.

Ini adalah tahun yang juga lebih mengenalkan arti dari kata sendiri. Yoyoi..!! mungkin itu hanya kata, yang menyelimuti isi kepala dan memenjarakan pikiran. Membatasi kebebasan perasaan. Faktanya, kita tidak pernah sendiri. Selalu ada orang-orang baik dan yang menyayangi di sekitar kita. Yang perlu dilakukan hanya sedikit membuka mata, hati dan telinga. Dan kita akan menemukan mereka. Selalu ada, dengan cara mereka.

Ini adalah tahun yang mengajarkan dan memperlihatkan arti teman. Teman itu unik. Teman itu mengingatkan. Teman itu ada. Teman itu memarahi. Teman itu mengkritik. Teman itu dibutuhkan, tapi kadang secara gak sadar terlupakan. Hahayy..!! percaya gak percaya..!! hal itu berhubungan dengan posisi  ketika kita membutuhkan teman untuk pedekate dan patah hati dengan orang yang di kagumi dan dimimpikan. Nah, kalau udah lengket dan ada yang baru, teman hanya jadi hiasan. Wakakakakkk. Yuhuu..!! saya salut dengan yang namanya teman. Yoyoi..!! apapun dan bagiamanapun, teman selalu ada. Teman tidak pernah kapok untuk ditinggalkan. ^^v

Dan di tahun ini juga. Melihat cinta membentang luas. Cinta itu seperti angin. Cukup dirasakan. Maka kamu tau, bahwa cinta itu ada. Yoyoii..!! kita selalu punya cinta. Yang perlu dilakukan hanya biarkan cinta bekerja dengan caranya. Tanpa paksaan. Lepaskan. Cinta akan memberikan dan membawa keyakinan. Jika dia kembali, maka bisa jadi itu memang cinta. Dan jika dia terbang dan tidak kembali, maka itu juga cinta. Karena cinta memiliki interpretasi yang tak terhingga. Hahaiii...!!!

Terakhir, terimakasih dua kosong satu empat. Warnamu menjadikan kanvas saya lebih berarti dan berharga sebagai manusia.

Dan selamat datang, hei dua kosong satu lima. Mari bersama kita warnai kanvas ini. ^^v

Kata Ibu


pagi selalu indah..
Pagi selalu di nanti..
Lihat saja burung disana..
Tak berhenti bernyanyi menyambut pagi..
Mau bertanya pada ayam?
Sepertinya ayam lah yang paling semangat menyambut pagi..
Hehe..

Lalu saya??
Masih menikmati kelembutan kasur,bantal dan guling..
Masih menikmati hangatnya selimut..
Ckckck...
Dasar pemalas,kata ibu..

Klo ibu tau,
ibu akan brkata..
Kamu itu perempuan,bangun kok siang..nanti rezekinya di patok ayam..
Kalau kamu menikah, pagi adalah waktu penting dan sibuk.sibuk mengurus rumah tangga..trus,kalau bangun siang, lalu yang mengurus rumah tanggamu siapa?
Pembantu??
ini nih calon wanita "penghancur" bangsa...

-.-"
Iya bu...

Tapi bu..
Ada sesuatu yg membuat saya enggan untuk beranjak..
Menghadapi "itu"..
Emg sih,saya yg mulai dan memutuskan..
Tapi,kenapa ada jalan itu..
Membuat saya tidak bersemangat bu..
Terlalu ribet prosedurnya.mau menyerah saja lah..
Jadi,saya punya waktu untuk mengenal si kasur lebih lama..

Hm..
Kata ibu..
berteman kok sama si malas. teman yang baik itu si rajin..

Ibu juga pernah berkata..
Ketika langkah pertama telah dilakukan, maka seharusnya diikuti langkah selanjutnya.dengan begitu kamu akan sampai di tujuan. Belajar bertanggungjawab dengan yang kamu lakukan. Jika kamu mundur maka yang kamu dapatkan hanya kekalahan,dan tidak akan pernah sampai di tujuan..
Jadi,tinggal pilih..
Melanjutkan hingga tuntas, ato gigit jari melihat mereka yang berhasil di tujuannya..
Kamu hanya membutuhkan sedikit keberanian untuk melakukan hal yang justru kamu takutkan..
Hanya butuh sedikt usaha untuk merajinkan diri disaat malas.
Hanya sedikit,nak...
Susah?? 


Tidak,masalahnya kamu mau atau tidak..
Bgaimana caranya,hanya kamu yang tau..karena kamu lebih mengenal apa kemauan dirimu..
Jadi,bergeraklah...
Sekarang...!!

-.-"
Iya bu..
Tapi...

Terakhir ibu brkata..
Apapun keputusan kamu saat ini,akan memberikan pengaruh utk masa depanmu..
Apa yg telah kamu putuskan hari ini, maka bertanggungjawablah dengan semua "pengikut"nya..
Yang baik atau tidak..
Apapun yang kamu putuskan hari ini, terserah..
Kamu sudah dewasa,sudah bisa brpikir..
Karena ini hidup kamu. Pilihan kamu..
Jadi,terserah kmu..

>,<
Iya bu...

Okelah..
Mari bergerak teman..
Sudah tak punya alasan untuk melawan kata ibu..
=.=a

Go..go..go...!!! 



*catatan ini yang tersisa dan terselamatkan dari lembar si facebook.. =.=a
dan catatan ini ditulis pada tanggal 20 Juli 2011 yang sedang galau-galaunya dengan tugas akhir.

dan saat ini, kondisinya hampir sama..galau juga dengan tugas akhir,
jadi sudah, reposting saja..
dan terimakasih sudah membaca..^^v*
so,

karena saya perempuan..^o^

“nak, belajarlah dari merpati. Burung yang anggun, setiap orang menyukainya, dia jinak, tetapi sulit untuk ditangkap” itu pesan ibu.

Pacaran. Bagi saya ini cuma istilah yang tidak jelas. Tujuannya apa, kelebihannya apa, saya tidak tau.
Perempuan. Adalah makhluk berharga  yang diciptakan Tuhan dengan segala baik buruknya. Menjadi perempuan yang baik itu sulit. Perempuan. Bisa menjadi manfaat, tapi tidak menutup kemungkinan menjadi pintu mudharat bagi siapa saja, bahkan bagi dirinya sendiri. Perempuan itu rumit, kata para laki-laki. Hei laki-laki, kamu gak nyadar kalau kamu itu juga rumit? *lupakan topik laki-laki*

Diskusi tadi malam, *mungkin bukan diskusi kali ya, tapi menjadi pendengar yang baik diantara para lelaki* yang membahas tentang “pacaran” menjadi suatu yang menarik untuk ditulis, untuk menasehati diri sendiri, dan bagi kamu para perempuan, yang punya teman perempuan, yang punya adik perempuan, atau kakak perempuan.

Oke, saya juga seorang perempuan biasa kok. Bohong kalau saya tidak pernah ingin pacaran. Tapi, saya bersyukur niat antah berantah itu, sampai sekarang tidak terlaksana. Mungkin karena logika baik saya masih bisa berpikir cerdas. ^^v
yoi, karena saya belum menemukan titik terang dari pacaran. Justru saya menemukan bahwa “pacaran” itu statusnya lebih rendah dari teman. *gak ada maksud menyinggung siapapun* =D

Dari dulu, memang saya kurang tertarik dengan topik ini, tapi menjadi lebih menarik setelah saya menjadi pendengar. Haha.. dan sebagai perempuan, saya berani mengatakan kepada perempuan lain bahwa mereka akan menyia-nyiakan indahnya masa muda dengan mengikat diri dengan status pacaran. Kenapa? Karena menurut saya, kita bisa melakukan apa saja dengan seorang teman daripada seorang pacar.

Percaya gak percaya, *emang, saya belum pernah ngalamin, tapi banyak yang bisa dijadikan referensi, dari cerita teman, buku, film atau pengamatan langsung*, seorang teman itu lebih peduli daripada seorang pacar. Peduli seorang teman itu gak dibuat-buat, nyata, dan tulus karena teman gak pernah pusing dengan statusnya sebagai seorang teman, beda dengan seorang pacar. Sadar gak sadar, ada beban status pacar, jadi untuk melakukan sesuatu jadi mikir-mikir, biar terlihat istimewa alhasil seperti dibuat-buat. *thinkagain*

Sadar dan gak sadar, kadang perempuan ingin punya pacar, biar dapat perhatian lebih, ada yang ngantar jemput, ngajak makan, ngajak nonton, ini dan itu. Hei, perempuan.. sadarlah..!! justru ketika kita mengambil status pacaran, pikiran akan terfokus pada satu orang. Pacar..!! dan secara tidak sadar, otomatis otak kamu terkunci dan terpenjarakan. Padahal, masih banyak hal yang menarik di luar sana, dan masih banyak orang yang peduli dan perhatian sama kita. Cuma jadi ada batas, karena kita mikirin si pacar, menjaga hati si pacar. Ingat, Cuma pacar..!! dan gak menutup kemungkinan si pacar juga lagi bersenang-senang dengan orang lain. 

Dan apakah dengan status pacar, kita berhak mengatur kehidupan pacar? So? Apakah itu indahnya pacaran?? Lagi-lagi beda dengan teman..!! kita bisa saja, kapan saja mengajak teman untuk nonton, makan bareng, minta antar jemput, minta ini dan itu, tanpa batas. Karena kita berteman. Justru, teman hampir selalu siap disaat kita butuh. Teman punya agenda lain, gak bisa ikut bermain dengan kita, kadar sedih dan kecewa lebih sedikit daripada ketika si pacar menolak ajakan kita. Benerkan? Karena itu tadi, kita meletakkan posisi si pacar jauh di atas, padahal yang menemani kita setiap hari, ada si teman..!!
jadi apa spesialnya pacaran? Kalau boleh saya bilang, NOTHING..!!

Perempuan..!! kata seorang teman, posisi yang paling sulit dalam masyarakat sosial adalah PEREMPUAN. Pulang malam dengan seorang laki-laki, yang menjadi sorotan adalah perempuan. Bermain ke kosan laki-laki terlalu sering, yang menjadi sorotan adalah perempuan.  Karena itu tadi, seorang perempuan adalah makhluk yang berharga yang pernah diciptakan Tuhan. Layaknya mendapatkan sesuatu yang berharga-apapun itu, kita akan menjaganya dengan hati-hati dan baik. Begitulah yang harus dilakukan oleh manusia-manusia yang mengerti betapa berharganya perempuan. Lalu, bagaiamana dengan si perempuan itu sendiri? Jika dia mengerti dirinya begitu “berharga”, seharusnya dia juga mengerti kepada siapa dia akan “menjual” dirinya. Contoh yang simpel, orang-orang akan lebih memilih makanan yang disimpan dan tertutup dari terbuka. Orang-orang akan memilih makanan yang belum disentuh orang lain, daripada makanan yang udah dicicip orang lain. Lalu bagaimana dengan kita, perempuan? *selfreminder*.

gak pacaran sih, tapi TTM, teman tapi mesra. Saya baru mengerti, kenapa Islam mengajarkan kepada umatnya untuk tidak berduaan, terlalu dekat dengan lawan jenis. Yongkru..!!! setan ada dimana-mana, bahkan dalam diri kita. Banyak mata-mata dan mulut-mulut. Entahlah, dalam hal ini saya kurang paham dan mengerti. Teman tapi mesra. “mesra” dalam hal apa dan bagaimana dan tujuannya kemana. Oke..oke..kalau itu mengarah pada “perilaku yang sadar atau tidak, tapi mengarah pada hal-hal yang negatif”, maka bagi saya tidak ada istilah teman tapi mesra. Teman ya teman. Mesra? Itu nanti saja kepada orang  yang tepat dan telah ditakdirkan untuk kita. Tapi kan suka gak sadar sista. Itulah gunanya akal dan hati. kita harus berpikir dan berusaha untuk menjaga hati. Saya yakin, meskipun katanya perempuan itu memakai 9 perasaan daripada akalnya, tapi perempuan masih bisa berpikir cerdas, jika mau. Dan saya yakin, sadar atau tidak, para perempuan akan sadar dengan apa yang dilakukan dan diputuskannya. Lalu? Bersikap. Meskipun perempuan itu “rapuh”, tapi perempuan yang tangguh harus bisa bersikap memilih hitam atau putih dan menerima semua konsekuensinya.  bukan abu-abu. abu-abu hanya akan memberikan "perasaan yang antah berantah" yang konsekuensinya mungkin lebih mengerikan. Simpel kan? *keliatannya, hahayy...*

Secara tidak sengaja mengikuti diskusi para teman di sebuah media sosial. Dan menurut saya menarik. Masih berhubungan dengan pacaran. Ada kalanya, perempuan juga ingin unjuk gigi. Dan tidak menerima “perbedaan” antara perempuan dan laki-laki. Pada dasarnya, karena si perempuan masih berpikir letak perbedaan perempuan dan laki-laki dimana karena perempuan juga bisa melakukan apa yang dilakukan laki-laki. Trus kenapa kalau ada apa-apa yang menerima konsekuensi jika melakukan sesuatu – salah satu contoh simpelnya pacaran berlebihan- adalah perempuan. Padahal yang melakukan itu tidak hanya perempuan tapi bersama laki-laki. Em.. mungkin, sama-sama menerima konsekuensinya kali ya, Cuma yang keliatan dan jelas terlihat ya perempuan. Kenapa? Karena para lelaki lebih bisa mengatur hati, mud dan ekspresi. Beda dengan perempuan, yang langsung bebas berekpresi dan cuap-cuap kesana kemari. Kita (saya:red) tidak pernah tau, apakah ketika berpacaran trus putus lalu yang sakit hati dan sedih hanya si perempuan aja, atau si laki-laki juga mengalami hal yang sama? Tapi pelampiasan masing-masing yang berbeda, jadi terlihat seolah tidak terjadi apa-apa pada laki-laki.

Masih dari diskusi itu, ada yang berpendapat, pacaran gak hanya sebatas melakukan hal-hal yang negatif kok. Masih ada dan banyak hal yang positif yang bisa dilakukan dengan pacar. Oke, itu juga tidak salah. Karena ada yang berpendapat, dengan pacaran kita bisa mengenal lebih dekat siapa yang akan menjadi pasangan kita, membicarakan misi dan visi kedepan, belajar menerima kelebihan dan kekurangan, dan bla..bla.. okelah, itu juga tidak salah. Apapun itu, status apapun namanya, jika itu memang membawa kita ke hal yang positif kenapa tidak. Dan jika itu mengarahkan kita kepada jalan yang negatif, kenapa harus bersikeras mengatakan jalan itu benar dan diteruskan? *Emang dasar manusia*.

Dan kesimpulan dari tulisan ngalor ngidul ini, mau pacaran atau tidak, itu hanya sebuah status. Dan daripada status pacaran, status teman lebih berharga daripada pacar. Karena status pacar yang secara sadar atau tidak “mengikat” dua orang hanya berkecimpung pada dunianya. Sedangkan status teman, bebas bisa kesana kemari tanpa ada beban “karena si pacar”.
Kalau melihat dari sikap, perilaku-yang mendekati nafsu-maka status pacar dan teman gak ada bedanya. “nafsu-apa aja” bisa muncul dimana aja, kapan saja, dan pada siapa aja. Makanya Islam mengajarkan “hindari berduaan dengan lawan jenis yang gak ada manusianya selain berdua”. Tapi status pacar lebih memungkinkan untuk bisa berdua daripada teman, karena “pacar”. Kalau teman berduaan pasti pada curiga kan? Trus karena statusnya teman, ada rasa malu, jadi gagal deh untuk yang mendekati namanya “berduaan”. Tapi, Allahu Alam. Hanya Allah yang mengetahui isi hati setiap manusia. Tidak dipungkiri, hati yang tersembunyi pun masih sering “berzina”.*selfreminder*

So, what next?
Kita manusia hanya berusaha untuk menghindari dan menjadi manusia yang lebih baik dengan menjauhi hal-hal yang menuju negatif yang dengan “kenikmatannya” dapat melenakan manusia yang suka lupa.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiolxIV6HZ8RI1wmF8fWp5Z4O4Sx2mTPaKRN0jI-oLGwh4o1X6GFYdJoBsL3IExtXYv4A_PS4mBwERA-PASzVVvhl48vGNmQIsxci1aZIpmV9EoX0Xuxg6R1jLBSM7BPXFFtaDs8wKNpnxJ/s400/Gambar+Wanita+berjilbab.jpgDan saya, kamu, siapapun yang merasa dirinya perempuan, yang harus kita ingat adalah, PEREMPUAN itu BERHARGA, dan jadilah makhluk yang benar-benar berharga, yang bisa menjaga “NILAI”nya. Apa dan bagaimana caranya, diri kita-perempuan yang lebih mengetahuinya. Jadi, mari berusaha untuk menjaga diri dan hati dari hal-hal yang secara sadar atau tidak menuntun kita kedalam “jurang” dimana pada akhirnya menuntut kita untuk menerima “konsekuensinya” dan “merusak” diri kita.

Oke...!!!
Mari menjadi perempuan yang tangguh, yang dapat menjaga diri dan mengerti posisi dan “nilai”nya di mata sosial, agama, dan apapun itu. ^^v

Karena saya PEREMPUAN.. !!!

*catatan ini simpulan dari diskusi dan mendengar cerita dari teman sejak bulan puasa kemarin, trus dilanjut dengan beberapa hari yang lalu* 


evaluasi kemping 100514

ide ini muncul karena kesenangan..
yoi, ketagihan kemping bersama teman-teman, meskipun cuma numpang pindah tidur aja..
hehe...

bincang lanjut bincang, maka tercetuslah untuk membawa segerombolan bocah-bocah smp untuk merasakan nikmatnya kemping di alam terbuka. hitung-hitung berbagi pengalaman betapa nikmatnya kehujanan dalam tenda dan menikmati segelas susu di pagi hari dengan udara yang masih oke punya di iringi dengan kicauan burung, gemericik air dan gesekan daun. hegheg..

jadi, seketika tanpa pikir panjang dana darimana, kita memutuskan untuk langsung memutuskan tanggal 10-11 Mei sebagai hari eksekusi. ketakutan kita yang paling pertama adalah ajakan yang akan di tolak mentah-mentah oleh sekolah. tapi, eng..ing..ong..!! ini dia namanya gayung bersambut. yoi, tanpa bas bis bus..sekolah langsung acc kegiatan kita, lagi-lagi tanpa pikir panjang mau ngapain lagi selain pindah tidur dan menikmati segelas susu..!! wakakakakkk...

tapi, syukurlah saya berada diantara orang-orang cerdas, hebat dan tentu saja baik..!! ^^

persiapan kita lakukan hup..hup..!!
lokasi? ngeeengg..ngeeenng....!! kemon kita survey sana sini, panas hujan, hajar bleh..!!! sampai akhirnya kita memutuskan untuk memakai lokasi gunung bunder camping ground kawah ratu. karena budget bisa di tekan-kan-kan seminimal mungkin. apalagi ada seorang teman yang bisa dikatakan orang sana lah ya.. jadi, lokasi? cek...!!!

peralatan?
karena ini namanya kemping, kemping simpel sih cuma ke gunung bunder, tapi tetap aja persiapan peralatannya harus mantap. markicek...!!

tenda? kita butuh 9 tenda..!! yoi, bocahnya aja ada 33 orang, di tambah guru plus kakak-kakak manis yang baik hati dan rajin menabung. jadi? ilmu bas bis bus harus digunakan, lobi si abang-abang ganteng biar bisa dapat tenda murah. dan cek..!! si abang memang baik hati. dapat bonus bisa pinjam tenda 1 unit untuk 2 hari dan GRATIS...!! *langsung ancang-ancang liburan buka kalender..!!* oke..!! tenda? cek....!!!

alat masak? hei..apa sih serunya kemping? apalagi kalau bukan masak dengan peralatan terbatas. hehehe..jadi? adik-adiknya harus bawa alat masak sendiri kecuali kompor. yonkru..!! kita akan mengenalkan betapa nikmatnya mie yang dibuat sendiri pake kompor parafin. hehe.. =D alat masak? cek...!!!

matras? SB? kita ganti jadi trashbag, sarung dan tas. hehe.. oke? cek..!!
jas hujan? payung? karena kita masih di bogor, gunung lagi, jadi mereka di haruskan bawa. cek? baca kisahnya..

logistik? adik-adik kita cerdas kok, tanpa diperintahkan mereka punya inisiatif untuk bawa cemilan. ^^
untuk menu makan malam,  kita langsung bawa bekal dengan menu 3T (telur tahu tempe) plus sayur kangkung biar gampang tidur. menu sarapan kita diversifikasi pangan dengan roti, pisang dan susu. siang? waktunya masak-masak..!! yoi, masak makanan favorit anak kosan..!! mie goreng dan rebus.. =D
logistik? cek..!!!

dana?
kita juga gak tau dapat dana darimana. huehehe...yang jelas, kita tarikin dari adik-adiknya. dan untuk menutupi kekurangannya, voillaaa...!!! niat yang baik percaya atau gak selalu ada yang bantuin!! cliiinnnggg...!! dapat bantuan dari teman-teman yang antah berantah. so? cekk...!!!

kakak-kakaknya?
huehehe...ini dia..!! ternyata lebih susah nyari kakak daripada dana. wakakakkk...tapi itu tadi, niat yang baik, akan selalu ada yang bantuin. siapapun dia. ^^ dan hadirlah 6 orang kakak plus 1 yang baik hati itu yang akan bermain bersama bocah-bocah, dan tentu saja..siap di repotkan. huehehe... okesip? cekk...!!

dan berangkaaattttt....!!!


ini bukan kegiatan besar. tapi tetap perlu kumpul buat nyamain persepsi. kumpul sana-kumpul sini, ide sana dan ide ini. hup..!! tangkap yang memungkinkan dan kemon laksanakan..!!

hari eksekusi...!!
10 Mei 2014
12.30
niatnya mau kumpul buat nyamain persepsi. ehm..tetap kumpul tapi 13.30. haha..

15.00
kita cus..!!

17.00
sampai di lokasi, nanjak dikit buat ke areal kempingnya, dan tuingg..tuingg..tuing...!! kemon buat tenda..!
dan taraaannn...!! tenda jadi. ^^
bocah laki2 seru pasang tenda
bocah perempuan gak mau kalah
di sela-sela pasang tenda, ashar di alam terbuka.. ^^v
taraaanngggg...!!! tenda jadi..^^
18.00 -20.00
acara kita bebas, shalat, dan makan.
kakak2nya kumpul buat rencana2
20.00
apalagi kalau bukan api unggun. sedikit "adegan marah". cerita tentang moral dan etika. bernyanyi, dan penampilan dari kakak dan bocah2nya. semakin romantis dengan tetesan hujan. huehehehe...
api unggun

23.00
hujan..!! waktunya tidur..!! dan.."kak, tendanya banjir..!!  basah..!!"
haha..ini dia..!! jadi silahkan menikmati tidur di tenda basah. he-eh..!! air merembes ke dalam tenda, jadilah rembesan mereka masuk. jadi biarkan saja mereka biar belajar berpikir cerdas gimana caranya bisa tidur dengan tenda yang basah, dan tentu saja belajar untuk menerima keadaan, apapun itu..!! hehe...*mereka seharusnya belajar dari tenda kakaknya, tenda percontohan yang aman dari banjir dan tentu saja hangat. yaiyalah, ada matras, SB plus barang-barang. wakakakakakkk...*

11 Mei 2014
03.30
bocah-bocah udah bangun aja. oke..!! perlu di amankan..!! langsung persiapan shalat shubuh.

05.00-06.00
shubuh, plus kultum..!!
kultum-kuliah terserah antum

06.00-07.00
dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat..!! kemon kita gerak kanan kiri..!!
gerak kanan, gerak kiri

07.00-07.30
mereka meng-explore lingkungan. poto sana-poto sini.

07.30-08.00
kemon sarapan bersama roti, susu dan pisang..!!
persiapan mencari harta karun..!!

08.00-11.00
mari mencari harta karun..!! yoi..kita bermain untuk mencari harta karun yang hilang. kayak di film-film gitu. adik-adik cuma dapat clue buat menemukan kepingan harta yang harus mereka kumpulkan. dan setelah itu suiinngg...!! mereka hilang seketika lari-lari naik gunung turun bukit mencari kepingan itu. padahal, kepingan itu di jagain ma kakak-kakaknya. jadi udah nyampe pos dimana kepingan itu, perjuangan belum berakhir. mereka masih harus menyelesaikan tantangan dari si penjaga pos. tantangan tentang matematika IPA, kewarganegaraan, agama, fisik, dan uji kreativitas..!!
apakah pejuang-pejuang kecil itu berhasil? iya dong..!! kecuali mereka yang ogah-ogahan..!!
pos religi  yang menekankan pada agama

pos kemerdekaan yang menekankan tentang kenegaraan..!!
*tapi si adik kayak lagi latihan paskibra ya? wakakakkk...*
pos ilmiah yang ngecek lagi pengetahuan adik-adik tentang kejadian alam
pos kreativitas yang menekankan untuk bisa sekreatif mungkin
terhadap apapun yang diberikan  dalam waktu yang singkat
pos fisik yang menekankan pada tim building, dan tentu saja mental..!!
fokus dan seimbang
trus..trus...!! gitu aja?
o..tentu tidak..!! kalau gitu gak ada cerita yang menarik dong. iya kan? mereka belajar untuk luluran dengan lumpur..!! *eh*  =D
main lumpur.. =D
11.30-12.30
bersih-bersihh..!! masak.-masak..!! belajar sabar, soalnya kompornya gantian dan makan bareng. belajar mengingat teman dan berbagi. ^^v
kemon masak-masak..
ibu-ibu lagi heboh masak
12.30-13.30
shalat dan leyeh-leyeh..!!
enjoy..dengerin cerita kak Mumu.. ^^
13.30
hujaaannn...!! masuk tenda. ternyata hujan belum selesai, dan waktu pulang semakin dekat.
jadi? mobilisasi adik-adik ke tempat yang aman *warung*. kakaknya? main hujan...!! bongkar tenda. haha...
*dan kakaknya (*saya*) sangat senang bisa main hujan. bebas...!! hehe...*

14.30
hujan reda, tenda beres..!! jadi? ayolah masak. adiknya? masih duduk manis di warung. cengok liat kelakuan kakak-kakaknya. *geleng-geleng kepala*
mereka nakal, tapi baik..!! karena bocah-bocah itu masih membantu kita bongkar tenda, ikut hujan-hujanan. 

15.30
waktunya pulaanggg...!!!
yoi, kemping bersama bocah-bocah selesai. dan ini menyenangkan...!
semoga mereka merasakan hal yang sama. huehehe...

jadi sekian, laporan dari saya tentang kegiatan ini.
dan kamu tau, banyak hal baru yang ditemukan selama bermain bersama bocah-bocah ini..!!

yang jelas saya percaya,,
bahwa setiap manusia itu baik. setiap  manusia punya kesempatan. setiap manusia berhak menjadi lebih baik.
dan untuk mendapatkan manusia-manusia itu, gak jauh-jauh deh..!! itu tugas kita sebagai manusia dan tentu saja itu juga tanggungjawab kita sebagai manusia. jadi? mulai belajar liat lingkungan sekitar, baik buruknya mereka-mereka yang di sekitar kita akan menjadi tanggungjawab kita, orang-orang yang tau akan baik dan buruk terhadap apapun. ^^

satu lagi..!!
manusia itu sama kayak tanaman. sama-sama hidup. tanaman yang tumbuh di lingkungan yang baik, nutrisi cukup, matahari pas, air melimpah, maka akan tumbuh dengan baik, kalau gak baik berarti ada yang salah dengan benihnya. abnormal.
tanaman yang tumbuh di daerah yang terkena cekaman, dimana kondisinya kurang mendukungm tanaman berhak menciptakan metabolisme agar mereka bisa tumbuh. tapi bagaimanapun mereka tumbuh, gak bisa disalahkan, karena lingkungan yang membentuknya. dan akan ada manusia-manusia yang akan membantu tanaman itu biar bisa lebih tahan hidup di lingkungan yang bercekaman.

gak jauh beda kan dengan kondisi manusia? pertanyaannya adalah siapa yang akan membantu manusia yang berada di lingkungan bercekaman agar dapat hidup lebih baik?
*thinkagain*