akhirnya saya merasakannya..

20.26 ipeh the pooh 4 Comments

kamu punya teman? adik? abang? kakak? atau setidaknya kita punya ayah ibu lah ya..

pernah merasakan khawatir dan dikhawatirkan tidak?
posisi mana yang paling kau sukai?
sadar atau tidak sadar, percaya atau tidak percaya ternyata kita (saya:red) lebih menyukai (secara tidak sadar) untuk membuat orang-orang disekeliling saya menjadi khawatir..
*pede yang oke gak tuh?
haha...

pernah dengar kalimat ini gak??
"kita tidak akan tau perasaan orang lain sebelum kita mencoba untuk menempatkan diri di posisinya"

jadi begini ceritanya kawan-kawan..
kenapa tiba-tiba saya menjadi pede ada yang mengkhawatirkan saya dan menulis tuh kalimat..

markimak-mari kita simak..
=P

hobi saya selama menjadi mahasiswa adalah pergi dengan sesuka hati kemanapun saya suka..
tanpa ada kompromi dengan orangtua atau saudara sulung saya..
hobi selanjutnya yang pernah saya lakukan adalah pulang pagi, bukan untuk ngerjain tugas, bukan tidur di kosan teman, tapi sekedar ngobrol dan mengerjakan sesuatu yang saya suka..
selama orangtua dan saudara-saudara tidak tau apa yang saya lakukan, berarti saya aman..
maksudnya, saya tidak membuat mereka khawatir, karena yang mereka tau saya berada di kampus untuk kuliah dan menjadi anak baik yang bisa jaga diri dan tau yang baik dan salah.
berarti saya amankan??
hhehe...
tapi saya lupa..! saya lupa kalau tidak selamanya saya melakukan sesuatu dengan diam-diam itu hasilnya juga aman-aman saja. saya lupa kalau masih ada peluang untuk segala sesuatu terjadi di luar perkiraan..
tapi, emang dasar bebal, saya tetap saja melakukan hal yang saya suka sesuka hati, mau naik gunung kek, mau pulang malam, mau keluyuran, atau apalah..dan saya yakin kalau orangtua saya tahu mereka akan khawatir. karena saya anak mereka..
*tetap pede dan gak jelas..

kembali ke kalimat penting diatas..

saya tau kalau orangtua saya khawatir, karena ternyata akhirnyansaya merasakannya kawan-kawan..
ternyata saya juga bisa khawatir kepada adik bungsu saya. dan yang membuat saya tidak bisa berkata-kata adalah apa yang dilakukannya hampir sama dengan apa yang saya lakukan. pulang malam, keluyuran dengan teman, naik gunung, main kesana-kemari. sesuka hati..!!


bedanya kalau saya melakukannya tanpa ada keluarga yang tau, dan adik saya melakukannya terang-terangan. dan saya tau. saya pikir saya tidak akan khawatir, karena saya tau apa yang dia lakukan. tapi ternyata kawan, kenapa saya malah jadi khawatir. haghag...

dalam satu bulan ini saja, adik saya sudah pulang pagi dua kali, dengan alasan bermain dan berpetualang.
lalu saya harus bagaimana, kawan?
melarangya? itu hal yang paling tidak mungkin. karena saya sendiri melakukannya.
mengingatkannya hati-hati? hmm...sepertinya untuk saat ini hanya itu yang bisa saya lakukan.

yaya..saya jadi tau dan merasakan posisi khawatir dan dikhawatirkan...

jadi, wajarlah ya kalau ayah dan ibu atau keluarga terkadang melarang kita untuk melakukan sesuatu..meskipun sesuatu itu yang kita sukai..karena mereka ternyata mengkhwatirkan kita. mereka khawatir karena mereka menyayangi kita. mereka peduli dengan kita. dan sepertinya kita juga tidak berhak untuk membantah bahkan membentak mereka kalau kita ternyata tidak suka mereka melarang apa yang kita sukai dan menurut kita tidak perlu di khawatirkan. karena ternyata itu wajar kawan, wajar kalau mereka masih ada rasa peduli dan menyayangi kita..

dan ahaa...!!
saya menemukan benang merahnya..
ketika kita tidak ingin orang-orang disekitar kita khawatir kepada kita, yang harus kita lakukan adalah memegang kepercayaan yang udah diberikan. hm, belum diberikan kepercayaan? maka tugas kita untuk membuktikan bahwa kita baik-baik saja dan bisa bertanggungjawab atas apa yang kita lakukan. gak perlu ngotot, marah atau menuntut. tugas kita hanya mencuri kepercayaan dari orang-orang disekitar kita..
bagaimana caranya? sepertinya kita sendiri yang tau, karena kita yang tau karakter orang-orang yang ada disekitar kita.

trus..trus..
bagaiman kita bisa meminimalisir rasa khawatir terhadap orang yang kita sayangi? sudah saya bilang kan? rasa khawatir itu wajar, itu tandanya kita peduli. tapi bisa dikendalikan dengan cara memberi kepercayaan pada mereka. berikan waktu buat orang-orang yang kita sayangi membuktikan bahwa mereka bisa bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya dan mereka akan baik-baik saja. bukan melarang..!! tapi saling mengingatkan. kadang memang perlu diingatkan kalau mereka terlalu seru menikmati sesuatu yang disukainya. iya kan?? tentunya karena kita menyayangi dan peduli pada mereka. hehe...

jadi, ternyata rasa bearada di posisi khawatir atau dikhawatirkan itu...
seperti nano-nano...ada enaknya dan gaknya..
hehe...

okelah, sedang berada diposisi manapun kita sekarang..
sepertinya untuk belajar sedikit memahami apa yang dirasakan orang lain itu perlu..
setidaknya untuk tidak membuat mereka khawatir...
he...

salam buat orang-orang yang sadar untuk saling menyayangi dan saling peduli..

^^v

You Might Also Like

4 komentar:

  1. benar... satoedjoe... sist.. buktikan bahwa kita bisa memegang kepercayaan dan bertanggung jawab terhadap apa yg kita lakukan... ganbatte alwaysss...

    BalasHapus
  2. yupp...yupp...
    ganbatte forever...
    ^^

    BalasHapus
  3. ooooh.. jadi dikaun mengkhawatirkan daku O.O... hiks :') *terharu*

    tenang kakak.. InsyaAllah aku aman selama masih ada do'a yang mengalir untuk adik bungsumu yang unyu2 dan imut serta lugu ini :*

    BalasHapus
  4. hueeekkkkssss....!!!
    imut=itam mutlak..
    haghag...

    BalasHapus