Perjalanan Cinta Tesis (eps.1)

15.47 ipeh the pooh 0 Comments

Perjalanan thesis, menggapai gelar yang kedua tapi, bisa saja “tulisan” itu kembali di simpan di dalam lemari.
Sepertinya mengajar independen, menanam dan berdagang lebih oke..!! lalu kenapa secara sadar menjerumuskan diri kembali?

Cuma satu..!!

Alasannya Cuma satu..!!  untuk menambah wawasan, menjaga “cara berpikir”, mencari teman dan “jaringan”, tentu saja berkarya untuk bangsa..!! *sadaaaappp...*

Dan eng ing ong...!!

perjalanan itu dimulai, dan sudah sampai ke fase ini, penelitian...!!!

langkah singkat dari penelitian ini tentu saja di mulai dari..

mencari topik penelitian.
mencari topik penelitian bisa jadi seperti cari jodoh kali ya..!! huehehe...susye..banyak maunya, banyak kecantolnya, tapi gak ada yang oke, gak nemu “chemistry”nya. Karena gak tau visi dan misinya. *halah..!!*. yoi, soalnya sebelum menemukan dan menjalankan apa yang sedang saya jalani ini, saya keukeuh untuk mendapatkan topik yang sesuai dengan keinginan saya, dan tentu saja berharap untuk dengan segera diaplikasikan ke para petani hebat kita di desa. Tapi apa boleh buat, gak sesimpel itu bos. Butuh perjalanan panjang. Dan begitulah, setelah mencari-cari mulai dari Sulawesi, Jawa timur, Jawa tengah, akhirnya berlabuh di Jawa barat juga. Bogor tepatnya. Dari kakao, masuk pala, pindah ke kemuning, nyenggol krisan, tiba-tiba ingat tin, yah mentok-mentoknya berhenti di cabai. Huehehehe...

Mencari dosen. Mencari chemistry. Belajar jatuh cinta.
Ketika cabai begitu saja datang, tidak diundang, tidak kenal,  lagi-lagi langkah yang harus dilakukan adalah beradaptasi. Yoi..!! cari dosen yang kenal dengan si cabai. Dan bertemulah. Kali ini agak aneh memang. Dosen yang ditemukan juga agak melenceng sedikit. Dosen yang biasanya berkecimpung dengan tanaman kebun, tiba-tiba menyetujui untuk terjun ke dunia tanaman imut, percabean..!! okelah, no problemo. Banyak orang-orang terdahulu bilang dan share pengalaman kalau si dosen adalah dosen yang baik hati. Dan saya percaya.

Tapi lama-lama, jadi mikir, ini baik hati yang bias apa ya? Menganut sistem luar negeri gitu. It’s up to you..!! itu penelitian kamu, dan silahkan berkreasi dengan penelitian kamu. Dan saya? Seratus persen gigit jari dan mojok dibelakang. Huakakakakakk... he-eh..!! bingung aja, gak tau harus senang dengan sikap si dosen atau gimana. Tapi karena udah basah, kenapa gak nyebur sekalian. Oke..!! tarik maangg...!! lanjutkan..!!

Karena ini penelitian saya yang antah berantah, maka secara tidak langsung saya di tuntut untuk mengetahui apa maksud tujuan dan segala macam buntutnya. Dan kamu tau bos? Ini fisiologi habis..!! gak tau aja apa ya mereka, saya itu paling alergi ma fistum, fisiologi tumbuhan. Okelah, enjoy this game again..!!

sekarang? Sepertinya saya mulai jatuh cinta dengan penelitian ini. Dan galau, kenapa si cabai tumbuh belum sebaik yang saya bayangkan. *mikir jadi juragan cabai waktu lebaran. Jadi bisa pulang tanpa mikir harga tiket. Haha...*

Sidang komisi I.
Tidak se dag dig dug waktu S1 ketika berhadapan dengan dosen. Apa karena saya udah mulai mengenal tipikal dosennya atau entahlah, pokoknya sebodo teuing lah..!! yang penting mah maju. Gimana gak. Baru satu kali ngasih draft proposal, tanpa dilihat langsung di suruh maju untuk sidang komisi. Senang? Bingung mah iya. Takut apalagi. Ya iyalah...!!! gimana ceritanya waktu kolokium, seminar dan sidang kalau begini. Haha..

Tapi, ehm, karena punya banyak teman yang bisa bantu berdiskusi tentang metode dan rancangan penelitian, dan ngecek makalah, jadi hajar bleh..!!sidang komisi I, kemon kita bermain. Haha...

14 April 2014, 1 jam 15 menit, kelar sudah. Apa yang saya dapat? Tentu saja perbaikan. Huehehe...dan mari diperbaiki.

Kolokium
Langkah selanjutnya dan penanda bahwa mahasiswa itu udah boleh mulai penelitian. *itu teorinya, tapi buanyak banget mahasiswa yang mulai duluan, baru kolokium. Termasuk saya. Haghag...* tercetuslah tanggal 17 April 2014 jam 9 pagi di ruang sidang III agh untuk saya unjuk gigi tentang penelitian yang sedang saya lakukan. Tapi, kenapa rasa malas kuat banget memanggil. Haha..!! kita liat nanti bagaimana hasilnya. Soalnya sekarang baru tanggal 16 April. Haha..

*cerita dibalik sidkom dan kolokium*
bisa jadi orang sekretariat PS agh bosan melihat saya yang satu  minggu penuh bolak-balik sekretariat. Itu juga gak ngurus apa-apa. Cuma nanya-nanya doang, dan memastikan bahwa saya bisa sidkom dan kolokium sesegera mungkin. Jadilah nongkrong di sekretariat. Karena urusan birokrasi genks, perlu minta tandatangan si dosen ini dan itu, dan si dosen sedang tidak di tempat, jadilah pengurusan administrasi itu tertunda. Dan eng ing ong..!! baru ketemu dosen hari kamis tanggal 10, dan ajuan sidkom tanggal 14, kolokium tanggal 17. Aturannya adalah pengembalian formulir sidkom dan kolokium seminggu sebelum pelaksanaan. Pada tau lah ya masalahnya dimana . hehe.. yang bikin stres tingkat tinggi adalah hari Jumat ujian, dan dosen yang harus menandatangani surat-surat tidak di tempat. Pengen jungkir balik gak lu? Wakakakakk... tapi alhamdulillah punya wajah yang baik dan imut begini. Setelah memelas ke sekretariat dan fakultas, akhirnya di beri waktu untuk pengurusan surat hari Senin, dan taraaaanng...!!! surat sidkom hari itu juga keluar. Dan surat kolokium keluar hari selasa. Hufft...!!! lega gak sih?

Dan sekarang?
Seharusnya saya memperbaiki makalah kolokium, tapi yang terjadi adalah tulisan yang kamu baca ini mengalir begitu saja. Hehe...

oke kembali ke makalah. Kita tunggu kelanjutannya.. ^^

Bersambung!

Edelweis,16 April 2014
ipehthepooh

You Might Also Like

0 komentar: